Drama pendek

Judul : Pilihan Anak


Tokoh: Ayah, Ibu, Nenek, iqbal

Sinopsis

Iqbal sudah memasuki kelas 3 SMA dan sebentar lagi akan melanjutkan kuliah. Suatu sore, iqbal berbincang-bincang dengan ayah, ibu, dan neneknya di ruang tamu. Mereka menanyakan keputusan iqbal untuk memilih jurusan kuliah. Baik sang ayah dan ibu iqbal ternyata memiliki pilihan jurusan masing-masing dan tak mau memperhatikan keinginan iqbal pribadi.

Dialog

Ayah : Jadi, sudah kamu pikirkan mau melanjutkan kuliah di jurusan apa?
Iqbal : Sudah yah.
Ibu : Jadi, kamu mau kuliah jurusan apa nak? (datang ke ruang tamu sambil menghidangkan kopi untuk ayah dan nenek iqbal).
Iqbal : Iqbal  inginnya kuliah jurusan guru olahraga.
Ayah : Apa? Kamu ingin kuliah guru  olahraga? Mau jadi apa nanti kamu setelah lulus kuliah?
Ibu : Iya, kamu mau kerja apa setelah lulus nanti? Kuliah itu jangan cuma cari senangnya saja. Perhatikan juga masa depan kamu nantinya.
Nenek : Kenapa kok iqbal ingin kuliah jurusan guru olahraga?
Iqbal : Iqbal ingin mengembangkan bakat iqbal jadi pemain bulu tangkis nek.
Ibu : Itu kan bisa kamu lakukan tanpa harus kuliah. Kamu bisa sering berolahraga latihan sendiri atau kursus pribadi sambil kuliah jurusan yang lain (menampakkkan wajah kesal).
Ayah : Benar kata ibu kamu. Dengarkan itu iqbal ! Ayah tak mau membiayai kuliah kamu jika kamu memilih jurusan  guru olahraga. karena sudah banyak yang menjadi guru sekarang ini. Ayah maunya kamu kuliah jurusan ekonomi.
Iqbal : Tapi yah?
Ibu : (memotong kata-kata iqbal ) Sudah, Ibu juga maunya kamu nanti setelah kuliah bisa bekerja di kantor.
Nenek : Ayah dan Ibu kamu memang ada benarnya iqbal . Pikirkan lagi masak-masak. Jangan sampai kamu menyesal. Soal bakat, kamu bisa mengasahnya di luar jurusan kuliah.
Ayah : Nah, itu dia. Nanti kan kamu bisa ikut kegiatan kampus.
Iqbal : Baik ayah, akan iqbal pikirkan lagi nanti (menunduk lesu sambil merenung).

Komentar